Pilihan Fantasy XI Serie A Pekan ke-36

Pilihan Fantasy XI Serie A Pekan ke-36

Di akhir musim, tribun penonton sering kali lebih riuh daripada klasemen—ada yang sudah lebih dulu mengangkat gelar juara, ada pula yang masih asyik memuat ulang poin Fantasy di ponsel. Rekomendasi susunan pemain Fantasy untuk pekan ke-36 Serie A telah dirilis: meski liga memasuki fase penutup, selain Inter Milan yang sudah mengunci gelar juara Serie A, persaingan zona Eropa dan persaungan untuk menghindari degradasi masih saling berkait erat. Setiap putaran pemilihan pemain oleh manajer Fantasy terasa seperti bertaruh melawan jadwal pertandingan.

Ritme Penutupan dan Jadwal Pekan Ini

Pekan ini dimulai dengan Torino menjamu Sassuolo, dan ditutup pada Minggu, 11 Mei, ketika Napoli menjamu Bologna di kandang. Dari tren terkini yang tercatat di database, Lecce pernah menang 1-0 atas Genoa di kandang, Como menang 4-1 di laga tandang, dan Torino bermain imbang 2-2—hasil-hasil ini menggambarkan karakter liga di fase akhir, di mana setiap tim berusaha "mengambil poin demi poin". Stadion kandang Lecce, Stadio Comunale Via del Mare, dapat menampung sekitar 33.876 penonton. Sassuolo bertandang ke Torino, Fiorentina menjamu Genoa, Parma menghadapi Roma, AC Milan dan Atalanta saling berjumpa di San Siro—setiap pertandingan membawa alur cerita yang berbeda.

Lecce vs Juventus: Pusat Emosi Pemilihan Fantasy

Pertandingan yang paling menarik perhatian adalah Lecce melawan Juventus. Setelah imbang melawan Verona, Bianconeri tidak boleh kehilangan poin lagi dalam perebutan tiket Liga Champions; Roma dan Como masih mengejar dengan sekuat tenaga. Di bawah asuhan Spalletti, mereka perlu menemukan kembali kekuatan pertahanan, sementara suporter Lecce akan menjadikan laga ini malam "ngerjar poin" di kandang. Dalam konteks Fantasy, duel bertekanan tinggi dengan proyeksi skor rendah seperti ini sering kali mengarahkan pilihan ke posisi kiper terlebih dahulu.

Kiper: Michele Di Gregorio (6.3M)

Rekomendasi kiper Michel Di Gregorio (Lecce vs Juventus) — nilai 6,3 juta, termasuk pilihan yang “agak berisiko tapi layak dipertimbangkan”. Juventus turun ke selatan dengan tekanan besar dan butuh respons pertahanan setara clean sheet; laga kemungkinan besar akan ketat, minim gol, bahkan kekalahan tipis 1-0 pun mungkin masih bisa diterima bagi tim Spalletti. Jika Di Gregorio mampu melakukan satu atau dua penyelamatan krusial di depan gawang, ditambah potensi clean sheet, ada ruang untuk peningkatan rating Fantasy-nya.

Lini belakang: Gosens, Wesley, Scalvini

Fiorentina vs Genoa, Robin Gosens (6,7 juta) tetap salah satu sayap La Viola yang paling stabil dan paling mengancam belakangan ini, mampu menghasilkan aset Fantasy di kedua fase permainan, dan diperkirakan akan kembali menjadi andalan di sisi kiri melawan Genoa.

Parma menjamu Roma di kandang, Wesley (6,9 juta) sudah cepat menemukan kembali performa terbaiknya setelah pulih dari cedera; memasukkannya ke kategori “bek” saja kurang tepat — ia kerap mengendalikan tempo, menciptakan keunggulan lokal, belum tentu mencetak gol, tetapi assist atau umpan kunci juga bisa menaikkan rating.

AC Milan vs Atalanta, Giorgio Scalvini (6,2 juta) adalah opsi yang lebih berani: Rossoneri belakangan ini terlihat kesulitan secara mental maupun teknis, sementara Atalanta tetap agresif dan berani menyerang. Di panggung besar San Siro, Scalvini tidak pernah mundur — kepemimpinan dan kemampuan membaca permainannya berpeluang menghadirkan penampilan defensif yang solid sekaligus “mengubah jalannya laga”.

Lini tengah: Laurienté memimpin opsi serang

Torino vs Sassuolo, Armand Laurienté (6,9 juta) adalah nama penting di posisi serang pada pekan ini. Sassuolo bisa dibilang salah satu kejutan musim ini, pemain Prancis ini menjadi amunisi kunci lini serang Neroverdi; bertandang ke Torino memang tidak mudah, tetapi Laurienté tetap salah satu ancaman utama yang harus diwaspadai lini belakang lawan. Jika susunan Fantasy Anda kekurangan kreativitas, ia layak mendapat satu slot sebagai opsi lini tengah/sayap.

Bagaimana melihat strategi Fantasy pekan ini

Dari segi strategi, rekomendasi pekan ini berfokus pada “dividen kiper dalam duel bertekanan tinggi” dan “produksi aset bek sisi lemah/pemain serangan kontra”, sementara di lini tengah taruhan ditempatkan pada pemain sayap yang sedang dalam performa puncak. Perebutan tiket Liga Champions membuat laga Lecce—Juventus penuh tensi, sementara empat jalur Torino—Sassuolo, Fiorentina—Genoa, Parma—Roma, dan Milan—Atalanta meliputi berbagai tingkat risiko. Manajer Fantasy yang sudah mengunci striker inti dapat memanfaatkan pemain-pemain di atas untuk mengisi “celah stabilitas” di lini belakang dan posisi kiper.

Dalam tiga pekan tersisa, selain memperhatikan laga penutup Napoli kontra Bologna pada 11 Mei, pantau juga apakah Juventus mampu menghentikan kebocoran poin di laga tandang, serta apakah Roma dan Como bisa terus memberi tekanan—hasil-hasil ini akan langsung mengubah prioritas pemilihan pemain Fantasy untuk kompetisi Eropa. Sebelum skuad pekan depan diumumkan, disarankan untuk memprioritaskan pemantauan perubahan susunan pemain inti dan daftar cedera dari keempat laga tersebut.

LATEST