Maguire berterus terang bahwa ia kurang lebih paham mengapa pelatih Inggris Tuchel belum pernah memanggil Alexander-Arnold ke skuad Piala Dunia musim panas ini—meski posisi bek kanan sempat mengalami kekosongan akibat cedera, mantan andalan Liverpool itu tetap tidak mendapat kesempatan dipanggil kembali.
Pergantian mendadak, Tuchel ingin proses yang "tenang"
Sejak Tuchel menggantikan Southgate di helm Three Lions, ia selalu tegas dalam pemilihan pemain. Alexander-Arnold tidak lagi tampil bersama Inggris sejak Juni 2025, sehingga keputusan akhirnya tidak terpilih untuk Piala Dunia kali ini tidak mengejutkan; Tuchel lebih condong memakai Reece James, Livramento, dan Spence sebagai opsi bek kanan. Setelah Livramento cedera dan keluar dari skuad pada hari Selasa, bek tengah Chelsea Chalobah dipanggil darurat, bukan Alexander-Arnold yang ramai dibicarakan publik.
Maguire menjelaskan di podcast: ketika ada pemain yang tiba-tiba cedera dan mundur, pelatih sering kali ingin proses pemanggilan pengganti berlangsung senyap—minim pertanyaan media dan minim mengganggu ritme latihan di kamp pelatihan. "Kalau Trent dipanggil kembali di menit akhir, sorotan pasti sepenuhnya akan tertuju padanya—apalagi saat laga krusial melawan Kroasia, wartawan akan berputar-putar soal dia terpilih atau tidak, bukan soal persiapan tim." Sebagai perbandingan, pemain seperti Maguire dan Luke Shaw yang berpengalaman di turnamen besar dan bermain di klub besar lebih cocok naik sebagai pemain cadangan; publik juga lebih terbiasa dengan langkah seperti itu. Ia juga mengucapkan selamat kepada Chalobah, dan berharap sang pendatang baru bisa meninggalkan jejak di skuad.
Di Balik Skuad: Preferensi Taktik dan Kondisi Timnas
Menurut informasi yang kami miliki, sikap Tuchel terhadap Alexander-Arnold sudah cukup jelas. Pengamat taktik menunjukkan bahwa dalam konfigurasi bek kanan Inggris saat ini, Tuchel tampaknya lebih mempercayai bek tengah yang bisa dimainkan sebagai bek sayap dibanding bek kanan murni; dalam sistem Tuchel, kelebihan Alexander-Arnold yang cenderung organisasi dan sering melakukan overlapping mungkin tidak sebesar saat ia bermain di bawah Klopp atau di klub-klub elite La Liga.
Dari segi data, Inggris saat ini menempati peringkat ke-4 FIFA dengan poin 1825,97, tidak berubah dari periode sebelumnya; dalam laga-laga terakhir melawan Spanyol, Kroasia, Republik Ceko, dan tim-tim lain, Inggris beruntun mencatatkan hasil 0-0, sehingga efisiensi serangan tetap menjadi persoalan yang harus segera dipecahkan Tuchel. Piala Dunia akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—sebagai tim kuat tradisional, keseimbangan pertahanan sayap dan distribusi bola Inggris akan langsung menentukan batas maksimal mereka di fase gugur.
Bagi individu pemain, tergeser dari skuad turnamen besar bukanlah akhir, melainkan titik untuk memposisikan ulang peran: apakah terus memperbaiki kelemahan dan menunggu perubahan sistem, atau seperti Maguire, menjaga kepala di tengah badai opini publik dan membawa pengalaman kembali ke ruang ganti—pilihan-pilihan ini sering kali lebih menentukan ketangguhan karier dibanding sekadar dipanggil mendadak. Bagi Tuchel, ujian saat ini bukan menjelaskan mengapa ia tidak memakai Arnold, melainkan apakah pemain yang ada mampu mengubah tekanan dari rentetan hasil imbang menjadi eksekusi di panggung Piala Dunia.