Piala Dunia FIFA 2026 telah bergulir di Amerika Utara, namun perdebatan tagihan di luar lapangan justru lebih dulu memojokkan para suporter: akankah edisi ini menjadi Piala Dunia ters termahal dalam sejarah sepak bola? Dari tiket pesawat, hotel, hingga tiket pertandingan, sinyal awal hampir semuanya menunjuk arah yang sama—mahal, bahkan mungkin mahal luar biasa.
Tiga Negara Tuan Rumah, Struktur Biaya Berubah Total
Berbeda dengan format tuan rumah tunggal di edisi-edisi sebelumnya, turnamen kali ini digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Para tuan rumah otomatis lolos dan mendapat jadwal kandang. FIFA untuk pertama kalinya memperluas peserta menjadi 48 tim, dengan jumlah pertandingan naik dari 64 menjadi 104 laga. Lebih banyak tim dan lebih banyak laga berarti lebih banyak pergerakan suporter, kebutuhan akomodasi, serta tekanan transportasi antarkota—jika angka-angkanya ditumpuk, skalanya memang menakutkan.
Di masa lalu, bahkan saat turnamen digelar di negara besar seperti Rusia atau Brasil, sebagian besar suporter cukup berpindah-pindah dalam satu negara. Cara Piala Dunia 2026 benar-benar berbeda: dalam sepekan fase grup, Anda mungkin harus bolak-balik antara Mexico City, Los Angeles, Toronto, Dallas, New York, Vancouver, dan Miami. Kota-kota itu tidak berdekatan; bagi kebanyakan orang, pesawat hampir satu-satunya pilihan realistis.
Perjalanan dan Akomodasi: Biaya Tersembunyi Meledak Lebih Dulu
Musim panas di Amerika Utara memang musim liburan; harga tiket pesawat naik dari bulan ke bulan, dan permintaan Piala Dunia hanya akan mendorong kenaikannya lebih jauh. Suporter yang ingin mengikuti seluruh laga grup timnas mereka bisa saja menghabiskan ribuan dolar hanya untuk transportasi. Tarif hotel pun tak kalah keras—harga di sekitar venue populer terus merangkak naik, sementara mengejar pertandingan lintas negara berarti terus-menerus booking dan check-out, membunuh waktu sekaligus kantong.
Sederhananya, kemahalan Piala Dunia kali ini tidak hanya terasa di tribun, melainkan juga di perjalanan. Tiga perbatasan negara, rute jarak jauh, dan premium musim puncak—tiga faktor itu saling memperkuat. Para analis umumnya berpendapat: total pengeluaran kemungkinan besar akan memecahkan rekor sejarah sebelum final dimainkan.
Kontroversi Tiket: Paket Mahal Sudah Membuat Suporter Kaget
FIFA belum mengumumkan sistem harga tiket lengkap untuk setiap fase, tetapi paket hospitality awal dan sebagian penawaran di pasar sekunder sudah membuat banyak orang tercengang. Paket premium untuk laga-laga krusial, babak gugur, bahkan final, dengan mudah mencapai ribuan dolar AS; yang benar-benar dikhawatirkan para suporter biasa: setelah penjualan tiket publik dibuka, apakah kategori tiket reguler masih terjangkau.
Permintaan tiket memang sudah sangat tinggi, dan setelah perluasan peserta tambahan 20 tim beserta rombongan mereka, ketimpangan antara penawaran dan permintaan hampir pasti terjadi. Jika penetapan harga akhir mengikuti paket premium, menonton langsung di stadion akan bergeser dari "pesta sepak bola" menjadi "konsumsi barang mewah"—blow yang cukup besar bagi kelompok suporter inti.
Dampak nyata di luar aturan dan jadwal
Dari sudut pandang tata kelola liga dan logika jadwal, 104 pertandingan tersebar di sejumlah kota inti di Amerika Utara; tuan rumah tidak hanya menghadapi operasional stadion, tetapi juga konektivitas transportasi, koordinasi keamanan, dan penjadwalan lintas tiga negara. Di sisi suporter, perlu diperhitungkan biaya total sejak awal: visa, penerbangan, akomodasi, tiket, dan transportasi dalam kota—kenaikan harga di titik mana pun akan memperbesar seluruh anggaran.
Analisis kami: Piala Dunia 2026 mungkin bukan yang paling "spektakuler" secara kompetitif, tetapi sangat mungkin menjadi edisi yang paling memberatkan kantong. Strategi mengejar pertandingan juga perlu diubah—daripada ingin mengikuti setiap laga, lebih baik mengunci beberapa kota tuan rumah sejak awal, dan menjaga penerbangan antarnegara dalam batas yang terjangkau. Ke depan, tetap perlu memantau rincian resmi penjualan tiket FIFA dan kebijakan batas harga hotel di setiap zona pertandingan; hal itulah yang akan menentukan apakah Piala Dunia kali ini "mahal tetapi masih bisa dijangkau", atau benar-benar mengusir suporter biasa.