Mbappé Menuding Vinícius? Konflik Kembali Memanas di Ruang Ganti Real Madrid

Mbappé Menuding Vinícius? Konflik Kembali Memanas di Ruang Ganti Real Madrid

Konflik di ruang ganti Real Madrid terus memanas. Jurnalis Spanyol Josep Pedrerol, dengan mengutip sumber, melaporkan bahwa Mbappé meyakini kubu Vinicius Jr. sedang menjadikannya “villain”, dan hubungan keduanya jelas-jelas tegang.

Dari bentrokan di latihan hingga sorakan di Bernabéu

Musim ini Mbappé mencetak 41 gol dalam 43 penampilan untuk Madrid—statistiknya tetap mengesankan, tetapi kontroversi di luar lapangan belum reda. Awal Mei ia terlibat cekcok sengit dengan salah satu anggota staf pelatih Álvaro Arbeloa saat latihan; saat pemulihan cedera ia berlibur ke Sardinia, sementara suporter ingin ia tetap di Madrid untuk mendukung rekan setim pada laga 3 Mei melawan Espanyol. Lalu muncul petisi online “Mbappé harus pergi”, dan laporan menyebut jumlah tanda tangannya sempat mencapai angka yang mengejutkan.

Kamis lalu, saat melawan Real Oviedo, Mbappé kembali bermain sebagai pemain cadangan, tetapi justru mendapat sorakan dari suporter di Santiago Bernabéu. Usai laga ia mengklaim dirinya “100 persen bisa jadi starter” dan mengeluh Arbeloa memperlakukannya seperti “penyerang keempat”.

Revelasi Pedrerol: rasa terasing dan “pilih salah satu”

Pedrerol mengungkap Mbappé baru-baru ini meledak emosi, menekankan ia berani bicara langsung dan terbuka, sementara orang lain belum tentu. Ia juga berulang kali mengirimkan sinyal “yang terpenting adalah mencetak gol”—selaras dengan arah pernyataan presiden Florentino Pérez belakangan.

Dari sudut pandang kubu Mbappé, selama publik terus yakin ia dan Vinicius Jr. tidak bisa hidup berdampingan, artinya hanya satu yang bisa bertahan di skuad. Mbappé merasa terasing di ruang ganti: tidak membentuk faksi, tidak membuat klik, langsung pulang setelah latihan. Lebih tajam lagi, banyak orang di ruang ganti meyakini ucapan Vinicius Jr. “Saya pergi” tahun lalu pada dasarnya mendorong Xabi Alonso ke ambang pemecatan—Mbappé pun setuju dengan penilaian itu.

Di lapangan tetap menang, retakan di luar semakin sulit disembunyikan

Saat konflik memanas, Real Madrid tetap tampil tangguh di penutupan La Liga: menang 4-2 di kandang, 1-0 tandang, plus kemenangan 2-0 sebelumnya; statistik teknis beberapa laga terakhir menunjukkan tembakan 16 hingga 26 kali per pertandingan, dengan penguasaan bola antara 36% hingga 72%, bukti daya serang belum padam karena isu ruang ganti.

Masalahnya bukan apakah Mbappé akan mencetak gol, melainkan bagaimana ia membangun kembali kepercayaan dengan Vinícius, staf pelatih, dan suporter. Jika Arbeloa terus menempatkannya sebagai pemain cadangan, sorakan protes di Bernabéu bisa muncul kembali; dan jika Vinícius memang tokoh kunci yang "memaksa Alonso pergi", bagaimana manajemen menentukan "siapa yang dipertahankan" musim panas ini akan langsung menentukan struktur lini depan musim depan.

Dari sudut pandang berita kilat, jalur cerita ini sulit mereda sendirinya dalam jangka pendek: di satu sisi, striker dengan 41 gol menuntut martabat sebagai starter; di sisi lain, utang lama terkait inti Bernabéu dan pemecatan pelatih berjasa. Setiap perkataan di sesi latihan dan konferensi pers berikutnya layak terus dipantau.

LATEST